Pendakian gunung prau dari nganjuk (Jawa Timur)
Menjemput Kabut dan Badai di Prau
Salam Lestari..
Badai pasti berlalu dan Kabutpun juga tak akan selamanya..
yaa..tak ada salahnya dari kata-kata tersebut dan memang badai memang akan berlalu dan kabutpun tidak akan selamanya menyelimuti. namun kata-kata tersebut seakan tidak berlaku saat saya dan rombongan dari Nganjuk berencana mendaki gunung paling hits di Jawa Tengah tersebut.
Perjalanan kami awali dengan berkumpul di basecamp kami setelah pukul 20:00 kami berangkat menuju halte barong warujayeng dengan menggunakan mobil, sesampainya di barong kami lantas mencari bus jurusan Yogyakarta, setelah menunggu dan sebat..akhirnya tibalah bus mira dari arah Surabaya menuju jogja, langsung saya kami masukkan kerril ke dalam bagasi bus dan segera menaiki bus, tarif barong-jogja hanya 40rb (bus ekonomi), bus melaju dengan kencangnya bahkan dapat dikatakan ugal-ugalan. .bayangkan saja barong-jogja hanya ditempuh dengan waktu 4 jam, sungguh edan ferguso!
Sesampainya diterminal giwangan jogja, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis jurusan magelang dengan tarif 15rb, dan perlu diketahuibis ini jalannya mulai setengah 4 subuh.
setelah sampai di magelang lanjut dengan menggunakan bis kecil jurusan wonosobo dengan tarif 20rb dengan estimasi perjalanan 2 jam dan sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan gunung Sindoro dan Sumbing, namun perjalanan kali ini diiringi hujan deras.. dan inilah awal dari keseruan kami!! anggap aja seru ya!
oke setelah sampai di wonosobo, kami lanjut dengan mencarter bis kecil lagi.. bus ini yang akan mengantarkan kita di basecamp garung. dengan biaya 20rb dan estimasi waktu 1 jam perjalanan dengan disuguhi pemandangan dataran tinggi dieng, namun sekali lagi hujan deras setia dengan kami.wkwk
setelah melakukan perjalanan yang amat panjang namun tidak melelahkan, akhirnya kami sampai di basecamp patak banteng, dan lagi-lagi mendapatkan kabar bahagia! yaps pendakian ditutup, namun hanya sementara. setelah saya cari info ternyata diatas sedang terjadi badai dan jalur tak memungkinkan untuk dilewati dan menunggu pendaki yang diatas turun..okelah kita tunggu, setelah beberapa jam, akhirnya pas jam 4 basecamp akhirnya dibuka..Alhamdulillah
Mulai start dari basecamp sampai camp ground kita tetap setia ditemani dengan hujan rintik-rintik dan trekpun akhirnya menjadi licin dan berlumpur, seru kan. Setelah tenda terpasang rapi dan masak serta meminum kopi akhirnya kita pun istirahat, dan inilah puncaknya keseruan ini, tepat tengah malam badai menghampiri kami dengan mesranya.. okelah akhirnya kita menikmati malam itu dengan syahdunya..
Paginyapun gantian kabut yang mengajak ketemuan kami..yaapss seru sekali pendakian gunung prau ini, saya hanya menyarankan jangan mendaki prau waktu bulan desember.. kamu gaakan kuat, biar aku saja. begitu kata dilan.
Berikut ini Estimasi Biaya dan Transport dari Nganjuk-Kediri (Jawa Timur)
Nganjuk-Jogjakarta = 40.000
Jogjakarta_Magelang = 15.000
Magelang-Wonosobo = 20.000
Wonosobo-Dieg =20.000
Total =95.000
PP=190.000
Perijinan =10.000
Semoga Bermanfaat,
Salam Lestari..
Salam Lestari..
Badai pasti berlalu dan Kabutpun juga tak akan selamanya..
yaa..tak ada salahnya dari kata-kata tersebut dan memang badai memang akan berlalu dan kabutpun tidak akan selamanya menyelimuti. namun kata-kata tersebut seakan tidak berlaku saat saya dan rombongan dari Nganjuk berencana mendaki gunung paling hits di Jawa Tengah tersebut.
Perjalanan kami awali dengan berkumpul di basecamp kami setelah pukul 20:00 kami berangkat menuju halte barong warujayeng dengan menggunakan mobil, sesampainya di barong kami lantas mencari bus jurusan Yogyakarta, setelah menunggu dan sebat..akhirnya tibalah bus mira dari arah Surabaya menuju jogja, langsung saya kami masukkan kerril ke dalam bagasi bus dan segera menaiki bus, tarif barong-jogja hanya 40rb (bus ekonomi), bus melaju dengan kencangnya bahkan dapat dikatakan ugal-ugalan. .bayangkan saja barong-jogja hanya ditempuh dengan waktu 4 jam, sungguh edan ferguso!
Sesampainya diterminal giwangan jogja, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis jurusan magelang dengan tarif 15rb, dan perlu diketahuibis ini jalannya mulai setengah 4 subuh.
setelah sampai di magelang lanjut dengan menggunakan bis kecil jurusan wonosobo dengan tarif 20rb dengan estimasi perjalanan 2 jam dan sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan gunung Sindoro dan Sumbing, namun perjalanan kali ini diiringi hujan deras.. dan inilah awal dari keseruan kami!! anggap aja seru ya!
oke setelah sampai di wonosobo, kami lanjut dengan mencarter bis kecil lagi.. bus ini yang akan mengantarkan kita di basecamp garung. dengan biaya 20rb dan estimasi waktu 1 jam perjalanan dengan disuguhi pemandangan dataran tinggi dieng, namun sekali lagi hujan deras setia dengan kami.wkwk
setelah melakukan perjalanan yang amat panjang namun tidak melelahkan, akhirnya kami sampai di basecamp patak banteng, dan lagi-lagi mendapatkan kabar bahagia! yaps pendakian ditutup, namun hanya sementara. setelah saya cari info ternyata diatas sedang terjadi badai dan jalur tak memungkinkan untuk dilewati dan menunggu pendaki yang diatas turun..okelah kita tunggu, setelah beberapa jam, akhirnya pas jam 4 basecamp akhirnya dibuka..Alhamdulillah
Mulai start dari basecamp sampai camp ground kita tetap setia ditemani dengan hujan rintik-rintik dan trekpun akhirnya menjadi licin dan berlumpur, seru kan. Setelah tenda terpasang rapi dan masak serta meminum kopi akhirnya kita pun istirahat, dan inilah puncaknya keseruan ini, tepat tengah malam badai menghampiri kami dengan mesranya.. okelah akhirnya kita menikmati malam itu dengan syahdunya..
Paginyapun gantian kabut yang mengajak ketemuan kami..yaapss seru sekali pendakian gunung prau ini, saya hanya menyarankan jangan mendaki prau waktu bulan desember.. kamu gaakan kuat, biar aku saja. begitu kata dilan.
Berikut ini Estimasi Biaya dan Transport dari Nganjuk-Kediri (Jawa Timur)
Nganjuk-Jogjakarta = 40.000
Jogjakarta_Magelang = 15.000
Magelang-Wonosobo = 20.000
Wonosobo-Dieg =20.000
Total =95.000
PP=190.000
Perijinan =10.000
Semoga Bermanfaat,
Salam Lestari..
Labels: gunung, Sebuah Jurnal

