Tuesday, December 11, 2018

Fenomena Caping Gunung Semeru

Fenomena Caping Gunung Semeru


Fenomena Caping Gunung atau gunung yang bertopi baru-baru ini heboh di media sosial. fenomena ini terdapat di gunung semeru jawa timur, namun fenomena ini juga pernah terlihat di gunung sumbing dan merbabu. adanya fenomena ini sering dikaitkan dengan hal-hal mistis yaitu dewa-dewa yang ada di puncak mahameru sedang turun ke bumi dan dikaitkan dengan hal mistis lainnya. semua tergantung kepercayaan masing-masing.

fenomena yang dapat dikatakan indah untuk dipandang ini sebenarnya sangat dihindari dan ditakuti oleh para pendaki gunung dan juga pilot pesawat terbang karena fenomena caping gunung ini menunjukkan bahwa adanya cuaca yang kurang bersahabat di gunung tersebut seperti badai, angin kencang dan juga petir. oleh karena itu alangkah baiknya jika menemui fenomena seperti ini hendaknya urungkan niat mendaki kalian. tunggu cuaca yang baik dan bersahabat. karena gunung tidak akan kemana-mana, kesalamatan adalah yang utama.
Terimakasih, Salam Lestari.

Labels:

Saturday, December 8, 2018

Gunung yang cocok bagi pendaki pemula

Gunung yang cocok bagi pendaki pemula

Assalamualaikum Wr.Wb 
Banyak pertanyaan yang umum dikeluarkan oleh orang-orang yang ingin mendaki, ya pertanyaan itu adalah "Gunung apa sih yang cocok untuk pendaki pemula?" dan dalam tulisan berikut ini saya mencoba membantu memberikan jawaban menurut pemikiran saya.

Sebenarnya semua gunung cocok untuk para pendaki pemula, semua tergantung diri sendiri karena hanya diri sendiri yang mampu mengukur kemampuan fisik dan mental dalam melakukan kegiatan pendakian, trek susah atau sulit menanjak curam atau landai semua dapat kita lalui asalkan kita mempunyai tekat, mental dan fisik yang kuat, oleh karena itu sebelum melakukan pendakian hendaklah mempersiapkan aspek ini dengan matang. namun memang ada beberapa gunung yang umum digunakan untuk pendakian awal misalnya di jawa timur ada gunung penanggungan yang memiliki ketinggian sekitar 1700mdpl entah kenapa gunung ini sering dikatakan cocok untuk pendaki pemula padahal menurut saya treknya juga lumayan menanjak curam, mungkin juga sebagai latihan agar tidak kaget saat mendaki gunung diatas ketinggian 3000mdpl, di jawa tengah ada gunung prau yang juga tidak terlalu tinggi namun memiliki view menawan, mungkin view yang indah dan trek yang tidak terlalu sulit ini digunakan pendaki pemula agar tujuannya tidak kapok saat melakukan pendakian awal karena umumnya pendaki kapok saat pertama melakukan pendakian, namun sesampai rumah pun ternyata ingin kembali (itu pengalaman saya wkwk), dan yang terakhir adalah gunung papandayan di jawa barat, hampir sama dengan gunung prau gunung ini memiliki view yang indah dan trek yang juga tidak terlalu sulit yang mungkin dirasa cocok bagi pendaki pemula.

kecocokan gunung mana yang digunakan mendaki awal tergantung yang akan menjalaninya, yang jelas menurut saya gunung manapun cocok asalkan kita mampu mengukur diri kita sendiri dan menyiapkan tekat,  mental dan fisik dengan baik. saya sendiri mengawali pendakian gunung di gunung arjuno via tretes yang memiliki trek menanjak dan terbilang keras karena trek batu namun sebelum melakukan pendakian gunung arjuno saya dan teman-teman terlebih dahulu melakukan pendakian di bukit-bukit misalnya kelotok di kediri dan budek di tulungagung.

Jangan takut mendaki gunung, karena pendakian pertama akan menjadi hal yang paling indah dalam hidup anda.
sekian, mendakilah dengan penuh tanggung jawab.
salam lestari.

Labels: ,

Friday, December 7, 2018

Tips Mendaki Saat Musim Hujan

Tips Mendaki Saat Musim Hujan

Assalamualaikum Wr.wb
Sehubungan dengan segera tibanya libur akhir tahun yakni natal dan tahun baru dan tentunya akan membludaknya pendaki yang ingin mendaki gunung yang bertepatan dengan musim penghujan juga kali ini saya akan memberikan tips-tips melakukan pendakian saat musim penghujan. langsung saja:

Pertama,  Pilih gunung yang treknya tidak terlalu susah dan pilihlah yang cenderung trek batu, seperti lawu via cemoro sewu, arjuno via tretes dll. karena apabila trek tanah akan sangat kesusahan apabila terjadi hujan karena trek akan menjadi licin dan sangat berat.

Kedua, Persiapkan alat-alat pendakian dengan matang, bawalah alat-alat yang mendukung pada saat musim hujan seperti jas hujan, sepatu waterprof, jaket waterprof, rain cover, raincoat, flysheet jangan sampai ada yang ketinggalan karena akan menyulitkan pendakian itu sendiri.

Ketiga, Jangan terlalu banyak membawa barang elektronik karena selain akan menambah berat juga akan berakibat buruk terhadap barang elektronik tersebut misalnya rusak atau kotor karena rentan terkena air hujan meskipun kita sudah menjaganya dengan baik, bawalah peralatan seperlunya dan peralatan yang praktis.

Keempat, Bawalah pakaian-pakaian yang mudah kering, hindari pakaian yang tebal seperti celana jeans karena apabila terjadi hujan akan semakin berat, tidak hujan aja berat apalagi terkena hujan ya bayangin sendiri aja gaes.

Kelima, Bawa makanan atau minuman yang dapat menghangatkan tubuh seperti jahe, teh dan pelukan mantan.

Keenam, Persiapkan fisik dan mental dengan baik karena melakukan kegiatan pendakian pada musim penghujan akan bertambah berat, tanpa didukung dengan fisik dan mental yang kuat akan menyulitkan bahkan akan menggagalkan pendakian itu sendiri.

sekian tips mendaki saat musim penghujan dari saya,
Tetap Mendaki, Tetap Safety.
Mendakilah dengan penuh tanggung jawab.Salam lestari..

Labels: , , ,

Thursday, December 6, 2018

APA SAJA YANG DISIAPKAN WAKTU AKAN MENDAKI GUNUNG?



APA SAJA YANG DISIAPKAN WAKTU AKAN MENDAKI GUNUNG?

Assalamualaikum Wr.wb
Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang apa saja dan bagaimana cara mempersiapkan diri sebelum melakukan pendakian gunung, tanpa ada maksud untuk menggurui saya hanya sekedar berbagi informasi yang semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Keberhasilan dalam mendaki gunung tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor,faktor pertama yakni faktor yang tidak dapat dirubah yaitu kondisi cuaca, buruknya kondisi cuaca memang berdampak buruk bagi suatu pendakian karena tentunya akan memperberat proses pendakian dan akan berdampak berbahaya juga bagi keselamatan pendaki, oleh karena itu sebaiknya urungkan niat pendakian apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan karena keselamatan adalah yang paling utama dalam kegiatan pendakian. Faktor kedua yakni dari individu pendaki, dalam kegiatan mendaki harus menyiapkan segalanya dengan baik oleh karena itu pentingnya manajemen pendakian sebagai kunci keberhasilan pendakian, berikut ini adalah cara menyiapkan manajemen pendakian:

1. Melihat kemampuan fisik
    Sering kali masalah fisik tidak dihiraukan oleh pendaki-pendaki pemula, dengan dalih yang penting naik dulu dengan bermodalkan nekat tanpa ditunjang dengan fisik yang baik tentunya akan merugikan pendaki itu sendiri maupun kelompok pendakiannya, masalah fisik adalah masalah fital bagi sebuah pendakian karena apabila fisik lemah akan menghambat bahkan dapat menggagalkan sebuah pendakian oleh karena itu setiap individu pendaki harus menyiapkannya matang-matang dengan cara melakukan olahraga seperti lari, renang, push up, sit up dll.

2. Tujuan Mendaki
     Namun dengan fisik yang kuat saja belum cukup untuk mencapai keberhasilan dalam pendakiann, hal tersebut karena dipengaruhi oleh faktor kedua yaitu tujuan melakukan pendakian, memang terlihat sepele namun pada saat melakukan treking hal ini akan amat sangat penting, karena tanpa adanya tujuan kita tidak akan sampai pada tujuan tersebut karena tujuan mendaki adalah kunci atau alasan mengapa ingin mendaki sehingga apabila tidak punya tujuan maka tidak akan ada tekad untuk mencapai apa yang dituju.

3. Menyiapkan Peralatan
    Peralatan juga merupakan faktor yang penting bagi pendakian karena dapat untuk kemudahan dan tentunya untuk keselamatan, oleh karena itu harus menyiapkan peralatan dengan sebaik mungkin baik itu peralatan individu maupun peralatan kelompok, misalnya peralatan individu yaitu sepatu gunung yang baik, tas carrier dengan punggungan tidak keras, jaket tebal, buff, sarung tangan, celana,pakaian secukupnya jangan terlalu banyak karena hanya akan memperberat tas keril, jas hujan  dan menyiapkan peralatan obat-obatan sendiri seperti obat panas, obat tetes mata, betadien, balsem dll. Sedangkan untukperalatan kelompok seperti tenda yang baik, matras yang tebal, flesit, kompor, alat masak dll. Dengan peralatan yang baik tentunya akan memudahkan dalam melakukan pendakian.

4. manajemen makanan
     Sering kali pendaki tidak memerhatikan logistik makanan pada saat melakukan pendakian gunung, yap dengan logistik asal-asalan tetap nekat melakukan pendakian. seperti misalnya mendaki hanya membawa mie instan dan air putih secukupnya, memang sangat mudah namun sebenarnya ini hal yang salah karena kandungan gizi kurang terpenuhi sehingga kondisi tubuh pada saat melakukan pendakian gunung tidak optimal, oleh karena itu bawalah makanan yang bergizi seperti telur, beras, sayur dan membawa vitamin pada saat mendaki gunung untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dalam melakukan pendakian, dan lebih baik kelebihan logistik daripada kekurangan logistik karena kita berada di alam bebas yang jauh dari indomart maupun alfammart gaes!

5. Mengetahui Medan Pendakian
    Sebelum melakukan pendakian hendaknya kalian mengetahui dulu seperti apa medan yang akan kita lalui, banyak cara untuk mengetahui medan pendakian yakni bisa dengan cara bertanya langsung pada teman, saudara atau siapa saja yang pernah melakukan pendakian yang akan kita daki tersebut, atau bisa juga dengan browsing di internet yang tentunya tidak akan kekurangan informasi. Dengan menguasai medan pendakian diharapkan kita tidak kaget dengan jalannya pendakian karena kita telah mengetahui seluk beluk medan pendakian dan kita juga dapat mengukur waktu kapan untuk jalan kapan untuk istirahat sehingga kita dapat tiba sesuai dengan yang kita harapkan. Dan jangan lupa sebelum melakukan pendakian mintalah peta dan nomer hp petugas yang berjaga di pos perijinan atau basecamp.
Kelima hal tersebut adalah yang harus disiapkan secara matang sebelum melakukan pedakian agar tercapai sesuai rencana dan tentunya selalu berdoa kepada Allah SWT akan diberikan kelancaran dan dilindungi selama melakukan pendakian. Sekian yang dapat saya sampaikan semoga dapat bermanfaat.

Mendakilah dengan penuh tanggung jawab! Salam lestari.


Labels:

Pernah Gagal



Pernah Gagal

#Jurnal _MM

Assalamualaikum.. salam lestari..
Setelah sebelumnya saya menulis jurnal dengan judul “Semua berawal dari sini” yang menceritakan awal pendakian saya dengan teman-teman di gunung arjuno, kali ini saya akan menulis jurnal lagi yang menceritakan pengalaman kegagalan saya dan teman-teman sewaktu melakukan pendakian di gunung tertinggi di pulau jawa yaitu gunung semeru.
Pendakian ini dilakukan pada pertengahan tahun 2016 yang tepatnya  adalah pada bulan juli, seperti biasa pemilihan gunung semeru ini dilakukan dengan cara diskusi di grup bbm, pada pendakian kali ini beranggotakan 6 orang yang terbagi 2 kelompok yakni dari nganjuk terdiri dari Edres, Elda, Yoga dan Yayak dan dari Surabaya adalah saya dan Udin. Kami berangkat tepat pukul 7 malam secara bersamaan karena memang jarak antara Surabaya -Tumpang dan Nganjuk – Tumpang hampir sama yang diharapkan bisa sampai di tumpang secara bersamaan,namun masalah terjadi karena setelah saya dan udin telah tiba terlebih dahulu di tumpang, rombongan yang dari Nganjuk ternyata malah salah arah dan justru lewat rute memutar yakni lewat probolinggo, dan kamipun memutuskan untuk melakukan istirahat di tempat masing-masing, saya dan udin di tumpang dan teman-teman lainnya di bromo dan berencana ketemu esok harinya di  basecamp ranu pani. Lagi-lagi saya dan udin tiba terlebih dahulu di basecamp ranu pani, karena telah menunggu lama tak kunjung datang dan tidak bisa dihubungi, dengan perasaan yang campuraduk saya dan udin pun mengikuti breafing terlebih dahulu sembari mengkontak teman-teman yang sedang tawaf digunung bromo tersebut. Setelah breafing selesei akhirnya  merekapun tiba dengan wajah yang sangat menggemaskan wkwk. Dan kamipun segera melakukan regristrasi untuk melakukan pendakian gunung. Pada waktu itu pendakian semeru masih manual tidak seperti sekarang yang harus melakukan pendaftaran secara online dulu. Setelah selesei regristasi dan sarapan kami segera melakukan packing seperti biasa dan selanjutnya melakukan pendakian yang tentunya harus diawali dengan doa.
Perjalanan dari basecamp hingga surganya semeru yakni ranu kumbolo hampir tidak ada masalah apapun dan setelah melakukan pendakian selama kurang dari 4 jam kami sampai di danau ranu kumbolo dan segera untuk istirahat dan makan siang karena tiba sekitar jam 2, setelah kurang lebih satu jam istirahat kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan untuk ke kalimati dan inilah awal kesalahan kami, dengan sisa tenaga yang tersisa dan setelah melakukan pendakian selama 4 jam akhirnya kami tiba di kalimati waktu hari sudahpetang, segera kami mendirikan tenda dibawah rintik hujan yang membuat badan semakin malas bergerak, setelah tenda terpasang kami lanjut memasak untuk makan malam dan selanjutnya istirahat untuk mengumpulkan tenaga untuk muncak. Pukul 12 tepat pun kami bangun namun anggota kami ada yang mengurungkan niat untuk muncak karena tenaga sudah terkuras habis dan cuacapun sebenarnya juga sangat tidak mendukung, dengan berat hati kamipun semua sepakat mengurungkan niat untuk tidak muncak dan melanutkan untuk istirahat.dan esoknya kami bangun dengan perasaan yang campur antara sedih, kecewa, ingin marah karena hanya dapat melihat puncak mahameru dari kalimati. Dan kamipun melakukan perjalanan turun hari itu juga karena tidak ingin berlama-lama dengan rasa kecewa tersebut.
Setelah sampai basecamp kamipun segera keparkiran dan lanjut untuk melakukanperjalanan pulang, setelah berkendara selama 10 menit masalah besarpun datang lagi, motor matic yang ditumpangi edres dan yayak mengalami rem blong/ tidak dapat digunakan untuk mengerem. Hal ini tentu sangat beresiko mengingat jalur yang turun sangat curam. Dengan sesekali mengakali rem dengan menggunakan tang kamipun turun dengan amat pelan dan hati-hati dan sesekali mengakali rem lagi dengan tang. Setelah kuramg lebih 2 jam perjalanan turun tersebut akhirnya kami sampai di tumpang dan segera pergi ke bengkel untuk servis rem dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.
Dari pengalaman tersebut banyak pelajaran yang kami terima sebagai pendaki pemula, yakni tentang manajemen keberangkatan yang ambruladul, perlunya mengetahui medan pendakian, perlunya kesiapan fisik, dan perlunya mengontrol  sebuah egomasing-masing. Kami memang dapat dikatakan gagal dalam pendakian kali ini, namun kami masih beruntung tidak melakukan kesalahan fatal dengan tidak nekat untuk muncak karena kami masih paham karena keselamatan adalah yang palig penting dalam pendakian, meskipun pada pendakian kali ini masih banyak kesalahan yang kami lakukan yang sebenarnya membahayakan bagi kami sendiri. Dengan kegagalan ini kami jadi mengerti bagaimana seharusnya mendaki yang benar, tidak hanya menuruti ego, berfikiran yang penting naik dulu, yang penting foto diatas dan melakukan hal bodoh lagi digunung.
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, kegagalan adalah pelajaran yang sangat berharga.
Sekian dari saya, mendakilah dengan penuh tanggung jawab karena itulah tujuan utama sebenarnya.
Salam lestari.

Labels: