Tuesday, October 23, 2018

Pendakian Wilis Nganjuk Via rorokuning


Salam lestari..

Setelah sekian lama terjebak diruang sempit dan harus berkali-kali berhadapan dengan dospem yang hobby mencoret-coret dikertas skripsi saya, ah sudahlah.. akhirnya saya dan teman-teman (saudara) memulai lagi memerdekakan diri. .
Banyak pilihan dalam menjalani hidup ini misalnya ikut dengan keadaan atau memilih untuk merdeka.. semuanya tidak ada yang salah, karena setiap individu memiliki hak berfikir dan menentukan jalan hidupnya masing-masing..
Masih sama dengan sebelum-sebelumnya.. memerdekakan diri kali ini tetap dengan bertualang dengan melakukan pendakian.. namun yang beda kali ini saya dan teman-teman mendaki di rumah kami sendiri.. ya gunung wilis. Gunung ini terletak di 5 Kabupaten yaitu Tulungagung, kediri, Nganjuk, Ponorogo dan Madiun..ada beberapa pos pendakian di gunung yang memiliki ketinggian 2.300 MDPL ini, namun umumnya pendakian melalui jalur yang saya lewati kali ini yaitu jalur dari Ds Bajulan rorokuning..
Setelah packing yang sangat lama karena lupa caranya packing saking lamanya tidak naik gunung..wwkwk kami bertiga bergegas untuk menuju ke pos perijinan.. tidak lupa harus ada ritual dulu.. yaps ritual ke Ind*mart / alf*mart untuk sekedar bertemu mbak-mbak kasirnya.. ehh untuk belanja. . setelah belanja langsung capcus ke perijinan.. kali ini saya mendaki ditemani dua teman saya yaitu Edres dan Gius (Gembur).. sebenarnya tidak rekomend ya mendaki ganjil (MITOS) ini karena terpaksa saja karena yang satu tiba-tiba membatalkan pendakian.. sesampai di basecamp saya langsung mengurus perijinan untuk mendaki ke wilis.. biayanya cukup murah kami bertiga dan motor 2 hanya habis 25.000 jadi per orang 5.000 dan per sepeda motor 5.000.. sebelum melakukan pendakian kami terlebih dahulu diberikan wejangan sama bapak yang ada diperijinan ini, yaa seperti aturan mendaki dan larangan-larangannya.. tentu digunung selalu ada aturan dan harus ditepati. Kemudian kami bertanya-tanya keadaan gunung wilis yang pada saat itu dua minggu sebelum kami mendaki wilis pada malam hari terlihat memerah dibeberapa titik.. bapak tersebut bercerita banyak tentang kebakaran tersebut yang melahap habis puncak wilis dan hampir menyapu bersih pos sekartaji.. hal tersebut membuat kami berfikiran ”wah jelas panas iki rek” dan bapak tersebut hanya tersenyum. Kemudian kami berpamitan kepada penjaga pos tersebut untuk segera melakukan pendakian, namun kami harus packing lagi karena belanjaan yang dari ind*mart tadi belum sempet dimasukkan tas.. dan hal ini lah yang paling malas saya lakukan dalam mendaki gunung.. wkwk
Tepat pukul 9 malam setelah  kami berdoa, dengan langkah yang masih tegap kami mulai menyusuri jalur pendakian.. awal pendakian jalur masih berupa jalan setapak dengan kanan kiri adalah ladang warga.. jalur menuju pos satu ini terbilang sangat terjal dan berdebu jadi disarankan membawa buff/masker.. perjalanan kali sungguh berat bagi saya, betapa tidak setelah hampir setahun tidak mendaki karena kewajiban yang menyebabkan terjebak diruang sempit itu membuat bobot saya naik hampir 10kg dan itu sangat membuat saya menjadi lambat dan membuat saya sedikit-sedikit bilang “sebats sek rek”, “camp kene ae rek” dan kata-kata malas lainnya wkwk.. setelah bersusah payah kurang lebih 45 menit kami sampai di pos 1.. pos 1 ini cukup nyaman tempatnya cukup untuk 2-3 tenda.. dan di pos 1 ini kami bertemu dengan pendaki dari bojonegoro.. Alhamdulillah ada kesempatan sebats duabats sambil berbincang manis dan beruntungnya kami di suguhi semangka manis semanis mbak-mbak yang memberikan wkwk.. hal inilah yang saya sukai dari mendaki gunung.. meskipun baru kenal namun serasa sudah kenal bertahun-tahun tidak seperti di bawah bahkan teman saja kadang ada yang tidak menyapa.. 

lanjut ah, setelah menghabiskan waktu untuk bercanda dengan ditemani kopi sebat dan semangka yang manis tadi kami lanjut melakukan perjalanan trek setelah pos 1 ini masih terbilang terjal namun banyak bonusnya.. berbeda cerita dari pos perijinan sampai pos 1 tadi yang jalurnya sungguh menyiksa dengkul.. setelah berjalan santai selama 45 menit kami sampai di pos 2.. kami hanya beristirahat sebentar dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos 3.. masih dengan jalur terjal namun masih banyak bonusnya juga.. kali ini perjalanan sudah mulai cepat karena mungkin efek dari semangka tadi..ehh. tak berselang lama kami sudah sampai di pos 3.. tanpa berlama-lama karena waktu sudah pukul 12 malam dari pos 3 kami melanjutkan perjalanan ke pos sekartaji.. kali ini jalur sudah tidak terlalu terjal dan cenderung lebih landai melewati punggungan yang apabila sore hari pemandangannya sangat indah..di jalur ini juga spot foto terbaik di gunung wilis.. setelah 20 menit akhirnya kami sampai di pos sekartaji.. sudah banyak tenda karena memang hari sabtu adalah ramai-ramainya gunung ini.. namun tetap tidak seramai gunung-gunung yang sudah ngehits.. paling banyak 30 orang pendaki.. gunung ini juga masih sangat terjaga dari sampah maupun vandalisme.. jadi tolong bagi teman-teman kalau mau mendaki gunung ini jangan lah melakukan hal bodoh seperti itu.. tidak berfaedah boskuuuu..hwehe. 
Setelah mendirikan tenda dan memasak kopi dan mie kami segera masuk tenda untuk makan, ngopi dan saling bercerita seakan lupa akan lelahnya sepanjang perjalanan.. meskipun suasana dingin namun suasana dalam tenda tetap hangat.. tidak terasa jam menunjukkan pukul 2 tenda sebelah tiba-tiba keluar tenda dan menyapa kami.. kami kira kami terlalu berisik, namun ternyata mereka mau muncak.. sama persis saat kami pertama kali mendaki wilis tahun lalu..memang summit di wilis ini membutuhkan waktu 4-5 jam dengan trek yang lumayan terjal sehingga apabila ingin mendapatkan sunrise harus berangkat jam 2 malam.. pendakian kali ini sengaja tidak muncak karena hanya melepas rindu ke gunung dengan misi memerdekakan diri lagi dari kepenatan di kehidupan sehari-hari.. saya selalu teringat kata-kata dari Soe hok gie yaitu “ Ada dua pilihan menjadi apatis atau mengikuti arus, namun aku memilih menjadi orang yang merdeka”. Dalam hal ini saya artikan Merdeka dalam arti merdeka dalam berfikir,bergerak, dalam bercengkrama dengan teman, merdeka dari ketakutan akan tuntutan, merdeka dari segala hal yang dapat membebani diri ini.. meskipun nanti turun tetap betemu dengan hal-hal menyebalkan tersebut.. ya memang kehidupan harus ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksankan..  namun hal tersebut bukan berarti menjadikan kita tidak merdeka, tidak mampu menciptakan pemikiran-pemikiran yang beda, dan tidak harus membuat kita mengikuti alur orang-orang disana..
Sekian dari saya, selamat menjadi orang yang lebih baik lagi..
Seperti naik gunung, langkah demi langkah memanglah berat.. namun makna setiap langkah tersebut akan menjadi cerita yang berat juga untuk dilupakan bahkan berat untuk tidak diceritakan..
Salam lestari,.. “Dwije”

Info:
Pos Pendakian Wilis Ds.Bajulan Rorokuning

Estimasi Perjalanan:
Pos pendakian - Pos 1 = 45menit
Pos 1- Pos 2 = 45 menit
Pos 2- Pos 3 = 45 menit
pos 3- Pos Sekartaji = 30 menit
Pos sekartaji - Puncak = 5 jam

Biaya:
Per orang= 5.000
parkir motor= 5.000

Tonton, Like, komen dan share Channel youtube kami "Manusia Merdeka"
https://www.youtube.com/channel/UCcTeV-q1DbHIZdKDXF8ipeQ

Labels: , , , , , , ,