Wednesday, September 14, 2016

Dibalik Kemistisan Lawu

Assalamualaikum sahabat petualang.. Disini saya akan sedikit bercerita lagi tentang pendakian saya di gunung Lawu yg tempatnya di Perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, Pendakian kali ini saya hanya ditemani oleh teman saya yang bernama Edres. perjalanan ini dimulai dari rumah saya yaitu Nganjuk.bersama teman saya edres kami berangkat dari rumah jam 3 sore, setelah melakukanperjalanan kurang lebih 3 jam saya akhirnya tiba di dalan tembus sarangan dan kami memutuskan untuk ngopi dulu untuk istirahat dan menyesuaikan diri dengan suhu di gunung lawu, karena suhu di sini sudah sangat dingin, setelah ngopi beberapa jam kami memutuskan untuk berangkat lagi menuju pos pendakian yaitu pos cemoro sewu.
setelah memarkir motor kami langsung menuju ke loket pendaftaran dan mendaftarkan diri untuk melakukan pendakian, biaya pendaftaran cukup murah yaitu Rp 15.000 per orang. kami bertanya-tanya sama petugasnya ternyata yg naik pada hari itu hanya sekitar 20 orang pagi-malam. kemudian kami segera melakukan pengecekan kembali barang-barang kami lalu packing lagi karena malam itu juga kami akan melakukan pendakian. setelah semua siap saat kami mau berdoa, datanglah seorang bapak-bapak sepertinya petugas datang menghampiri kami lalu beliau banyak bertanya kepada kami tentang perlengkapan kami, dan bapak tersebut kaget ketika beliau bertanya anggota berapa mas? kami menjawab hanya berdua pak. seketika itu beliau memberikan wejangan kepada kami agar menunda dulu perjalanan kami hingga pukul 12 malam, dan memberi nasehat agar tidak istirahat lama-lama di pos 2. saat itu saya mulai merasa merinding karena sedikit takut. hehe.


Akhirnya kami pun menunda dulu pendakian kami dan memutuskan untuk istirahat,tidur. namun sampai jam 10 kami tidak bisa tidur dan bingung mau ngapain. akhrnya kami berdua pun memutuskan untuk berangkat meski kata bapak-bapak itu lebih baik berangkat jam 12 malam. setelah berdoa kami mulai melakukan pendakian dengan pelan-pelan, saat itu bulan menerangi perjalanan kami sehingga kami hanya menggunakan satu senter saja.udara dingin suasana hening dan suara-suara khas hutan mengiringi perjalan kami. sesekali saya merinding gak tau kenapa. perjalanan bertambah berat saat setelah melewati pos 1,tanjakan demi tanjakan kami lewati dengan penuh semangat (sedikit merinding). bau belerang sangat menyengat di sini sehingga menambah berat perjalanan kami, sampai akhirnya kami beristirahat di watu jago sampai ketiduran sangking kecapekan, tidak lama saya kebangun karena tiba-tiba saya merinding di sekitar leher saya seperti ada angin lewat. kami memutuskan melanjutkan perjalanan.

keindahan lawu mulai terlihat saat perjalanan mau sampai di pos 3, gumpalan gumpalan awan sudah terlihat padahal waktu masih menunjukan pukul 1, setelah sampai di pos 3 kami memutuskan untuk menghangatkan badan dengan membuat kopi lalu lanjut untuk beristirahat untuk tidur, namun saya sedikit kecewa karena shelter yang aslinya tempanya untuk beristirahat malah di pasang tenda, ada 2 tenda lagi. untung masih ada sedikit tempat untuk kami tidur.jam 5 saya bangun untuk buang air kecil, dan saya tak berhenti mengucap syukur karena pemandangan saat itu indah sekali, beberapa kali saya mendaki baru kali ini mendapat view se indah ini lantas saya membangunkan teman saya untuk mengajaknya foto. hehehe

pendakian kami dilanjutkan setelah mendapat sunrise yang indah di pos 3, meskipun mataharinya ketutupan bukit. kali ini targetnya ke mbokyem untuk makan pecel di warung legendaris tertinggi di indonesia itu, sesampainya di pos 4 kami dibuat terkagum lagi karena view awan yang seperti kapur ada di sepanjang perjalanan kami, benar-benar diluar dugaan saya mendapat view secantik ini di gunung yang katanya terangker di pulau jawa ini.

sesampai di mbokyem kami langsung memesan makan, dengan pecel lauknya telur kamipun makan dengan lahap mungkin karena belum makan dari berangkat hehehe. setelah kenyang kami meminta izin ke mbokyem untuk istirahat di resort tertinggi tersebut, entah karena kekenyangan ditambah rasa capek dan ngantuk bercampur menjadi satu akhirnya kamipun tertidur lama sekali.. yaitu mulai dari jam 8 sampai dengan jam 2, sudah mirip kebo hahaha.

setelah terbangun dari tidur panjang, kami melanjutkan perjalanan untuk menuju puncak. dan lagi kami dibuat kagum , karena baru keluar dari warung mbokyem pemandangan awan seperti kasur ada tepat di depan mata kami. di balik mistisnya gunung ini menyimpan banyak keindahan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. dan masih banyak sebetulnya keindahan, mungkin lain kali saya akan bercerita lagi.

wassalamualaikum wr.wb

Labels: , , , , , , , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home