Pendakian Gunung Arjuno Via Tretes
Assalamualaikum Wr,wb
Hallo sahabat petualang, salam
rimba dan salam lestari..
Kali ini saya akan berbagai
pengalaman saya tentang pendakian gunung arjuno via tretes. Gunung Arjuno
sendiri berlokasi di kab.pasuruan, malang dan mojokerto, jalur tretes ini
terkenal jalur yang lumayan terjal, namun cocok untuk pendaki pemula karena
jalurnya yang jelas dan tidak bercabang-cabang. Karena memang jalur ini
biasanya digunakan oleh penambang belerang yang diambil dari gunung welirang,
tidak jarang pada saat kita mendaki sering ketemu oleh para penambang belerang.
Jalur pendakian gunung Arjuno via
tretes ini memiliki 5 pos yaitu, Pet bocor, Kop-kopan, Pondokan, Lembah Kidang,
dan Watu Gedhe. Dan di jalur ini terdapat banyak sumber mata air, jadi pendaki
tidak perlu khawatir kehabisan logistik air. Namun sebaiknya kita tidak
mengambil air di pos pondokan, karena airnya sedikit keruh dan bau belerang.
Pendakian Di awali dengan
mendaftar di perijinan Tretes, untuk pendaftaran per orang 5000-10000, biaya
berubah sewaktu-waktu. Untuk mengawali pendakian lebih baik kita berdoa sebelum
melakukan pendakian agar diberi keselamatan dan tidak ada masalah apapun dalam
mendaki maupun turun. Setelah berdoa perjalanan dimulai dengan melewati jalan
setapak yang sudah di cor dengan keadaan sedikit nanjak namun tidak terjal,
setelah kurang lebih 45 menit (santai) sampailah di Pos Pertama, yaitu Pos Pet
Bocor. Di Pos ini terdapat warung dan WC. Selanjutnya perjalanan di lanjut
dengan menyusuri trek bebatuan yang sudah tertata rapi namun kita harus
berhati-hati untuk melewati trek ini karena sering pendaki terpeleset dan
terkilir, setelah melewati perjalanan nanjak tanpa henti selama kurang lebih 4
jam (santai) kita akan sampai di pos kedua, yaitu pos kop-kopan. Di pos ini
juga terkadang jika musim pendakian juga terdapat warung. Di warung ini
tersedia kopi,teh,gorengan,mie dll. Di pos ini juga terdapat sumber air yang
bersih, bisa untuk minum, masak, cuci muka dll.
Perjalanan dilanjut ke pos
berikutnya yaitu pos pondokan, pos pondokan ini terdapat gubuk atau pondok para
penambang belerang gunung welirang, dan di pos ini kadang juga ada warungnya. Seperti
saya tulis di awal tadi, air di pondokan ini sedikit keruh dan bau belerang
saya sarankan untuk tidak mengambil air disini, pos pondokan ini biasanya
digunakan untuk camp pendaki yang akan mendaki ke gunung welirang namun banyak
juga yang pendaki gunung arjuno yang camp disini karena waktu yang mepet,
bisanya tempat favorit camp pendaki arjuno adalah lembah kidang, pondokan ini
titik persimpangan antara Gunung Arjuno dan Gunung Welirang, jika Ke Arjuno
kita ambil jalan setapak ke kiri dan jika ke Welirang Kita ambil jalur ke
kanan. Dari pos kop-kopan ke pondokan membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam
dengan trek sama seperti pet bocor-kopkopan.
Selanjutnya menuju surganya
gunung arjuno, yaitu Lembah kidang. Lembah kidang ini ada lembah kidang 1 dan
2. Dan dua-duanya sangat indah pemandangannya dan sangat cocok untuk mendirikan
tenda karena suasana yang tenang. Di lembah kidang ini merupakan padang sabana
yang cukup luas sehingga para pendaki lebih memilih untuk camp disini. Terdapat
sumber air yang sangat bersih disini dan sangat segar. Perjalanan dari pondokan
ke lembah kidang hanya membutuhkan waktu 15 menit menyusuri jalan setapak dengan trek tanh yang datar dan sisi kiri
jurang.
Perjalanan selanjutnya adalah
submit attacknya gunung arjuno, sebaiknya tenda di tinggal di lembah kidang
karena perjalanan lebih berat dan licin apabila musim hujan, untuk mencapai
puncak arjuno kita terlebih dahulu melewati pos watu gedhe, di pos ini terdapat
batu sangat besar mungkin karena itu pos ini dinamakan pos watu gedhe.. hadeh
mulai sotoy...wkwkwk. untuk mencapai pos
watu gedhe perjalanan terus menanjak dan sempit kurang lebih membutuhkan waktu
sekitar 1 jam 30 menit. Setelah sampai di pos watu gedhe perjalanan dilanjutkan
dengan melewati hutan yang terkenal angker, Yaitu Alas Lali jiwo. Di hutan ini
kita harus berhati-hati, konsentrasi, dan tentunya selalu berdoa karena memang
jalurnya banyak cabang dan kurang jelas. Jalur ini terus menanjak namun banyak
bonusnya (mendatar) dan setelah melewati alas lali jiwo dengan kemistisannya
sampailah kita di Pasar Dieng, di pasar dieng ini terdapat makam. Dari pasar
dieng ketinggian kita sudah hampir sama dengan puncak arjuno, untuk sampai
puncak arjuno sendiri kita harus naik turun bukit yang sedikit terjal setelah
berjalan 20 menit dari pasar dieng akhirnya tibalah kita di Puncak Ogal-Agil,
yang tidak lain adalah puncak dari gunung Arjuno.
Nah sekian yang dapat saya tulis tentang pengalaman dan Tips
untuk mendaki Gunung Arjuno.
Tidak ada maksud untuk menggurui karena penulis juga baru
mulai mendaki..hehe
Mohon maaf jika ada salah kata dan kurang rapi dalam penulisan..
Semoga bermanfaat....
Salam rimba, salam lestari..
Wassalamualaikum wr,wb
Labels: Alas Lali Jiwo, Arjuno Via Tretes, gunung, Gunung Arjuno, Pendakian Arjuno-Welirang, pendakian Gunung Arjuno Via Tretes

3 Comments:
Wakwkwkwk...
Salam rimba 😄😄
Boleh donk kpan-kpan jadi guide nya... 😃😃
hahaha peace man ✌✌
iya kak
estimasi biaya brp kak
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home